Karena setiap segala sesuatu harus dimulai dari Hati
Ya emang bukan foto saya tapi itu rujukan sih dengan menyertakan landmark saya :)

Sudah sekitar 19 tahun lebih satu hari saya hidup di dunia ini. Memang baru kemarin saya ulang tahun istilahnya, dalam kalender masehi. Usia yang tak boleh dibilang muda ini semakin banyak tuntutan juga tanggung jawab yang harus dipenuhi. Namun pada kenyataannya, diriku tak ubahnya sama seperti anak-anak yang inginnya main, instan, dan nilai dapet bagus. Sangat tidak mungkin idealnya jika hanya main dan senang-senang tanpa belajar.  Terlebih kuliahku adalah hubungan internasional yang mana itu adalah kuliah yang mengharuskan banyak referensi dan banyak sekali pengetahuan. Memang disadari bahwa penulis ini adalah anak yang sangat tak pandai, bahkan terasumsi ia adalah anak HI yang memang terbodoh. Memang dirasa ia tidak mengetahui apapun. Dirasa juga makin kesini makin bodoh, makin gatau apa-apa.  Semoga saja kedepannya minimal bisa tau lah. Juga dilancarkan segala tugas dan lainnya. Juga ngomongin tentang foto diatas bahwa memang aku begitu? Bukan minta yang perfeksionis sih, tapi kan namanya ga cocok juga gaenak kalau buat jalanin. Tapi dipikir-pikir lagi emang gitu, kebanyakan kriteria yang harus dipenuhi. Sebenernya ada lah yang emang udah cocok,   tapi sayangnya agak kurang bisa jalan. Seperti yang saya bilang tadi buat jalanin nya akan sulit. Terbukti dengan jika saya yang melakukan terus, dan tanpa adanya feedback dari dia nya apa ubahnya saya dengan anak yang sesang cinta bertepuk sebelah tangan. Ya gitu lah, kalau yang dibutuhin itu 2 arah yang aktif. Jadi kalau kau merasa jauh (<doi>kalau baca aja), bukan berarti udah berubah guanya, tapi emang udah capek lah kalau harus terus-terusan. Ya kodratnya emang gitu, lu cuman nungguin. Ah jadi nge-gas kan jadinya, suka terbawa kalu ngomongin ginian. Walaupun saya sering bilang ke temen-temen kalau udah terlatih. Iya terlatih patah hati. Ya gitu belum sempat memiliki udah ditinggal pergi aje karena adanya sosialisasi yang tidak sempurna diantara dua insan. 

"Oh masih adakah cinta yang abadi
menyatukan dua hati saling isi
daun pun menari alam bersaksi seindah musim cherry"
Kayak lagi cocok aja tiba-tiba saat curcol ini. Lagunya berjudul cinta dimusim ceri. Berbahasa turki Kiraz Mevsimi. Yang merupakan judul aslinya.
Jadi sepenuhnya bukan kamu yang salah, hanya saja saya adalah lelaki yang lemah dan jauh dari kata sempurna dan hanya berangan-angan mendapatkan dia yang sempurna. Terbukti benakmu bicara laki gaada juangnya.