Hai kau
Perempuan,
Aku tahu kau bukan
Sekedar Bidadari yang turun dari kayangan,
yang melebarkan sayapnya berlapang-lapang.



Setahuku,
Kau hanya sejenis hawa
yang tidak mudah untuk dilupakan

Keyakinanku,
Kau bukan setipe hawa
yang musim-musiman.

Harapanku,
Kau tak serupa sinyal
yang suka hilang-hilangan.

Sangkaanku,
Kau tak sama halnya dengan dompet mahasiswa
yang fase enaknya hanya sebulan sekali,
dengan lebih banyak kesabaran.

Bukannya kau tak berarti,
Buktinya,
Tak cukup ratusan
Juta rupiah untuk membesarkan
Tak kurang berton-ton an
Beras untuk menggemukkan.

Kaulah harapan,
yang tak cukup ratusan
Kilo untuk mengantarmu kesana-kemari
Tak ratusan giga-an
Untuk memberimu akses.
Sehingga,
Tak butuh penegasan
Ku harap kau tahu pesan-pesan
Karena kau tak lagi kekanakan.