In Last time, being viral to the last episode of Hometown cha cha cha.
Mungkin...
Para penonton setia sedang tidak mau kehilangan senyum manis Kepala Hong. Apalagi dekiknya (red. Lesung pipi)yang tidak lagi bikin jatuh cinta tapi sampai terjungkal-jungkal.
Sampai tulisan ini dibuat, belum semua episode yang saya tonton. Masih hanya 3 episode. Mungkin ini satu dari beberapa drama non Makjang yang saya tonton. Analisis kakak perempuanku, my favourite drama is Makjang. Jadi selain Racket Boys dan Reply 1989, Hometown Cha Cha Cha jadi drama berikutnya. Meskipun banyak usulan untuk nonton Hospital Playlist, tapi masih belum cocok saja.
Kembali ke desa Gonjin, lokasi utama dari drama Hometown Cha Cha Cha. Saya melihat pesan-pesan yang disampaikan oleh Triangle System yang terdiri dari Sutradara, Producer dan penulis naskah. There's something gap between the Orang Kota dan Orang Desa. Utamanya terkait nilai yang dipegang teguh, seperti budaya ketika ada tetangga baru yang akan disambut dan dikepoin tentunya. Selain itu, ada anggapan negatif saat melihat perempuan menggunakan pakaian ketat-terbuka. Akan tetapi dimunculkan juga perspektif dari orang kota yang merasa modern dengan dalih semacam ini tubuhku, terserah aku.
Nampaknya semua orang faham atas hal ini, akan tetapi dicoba untuk mengkomunikasikan bahwa hidup didunia harus menjunjung tinggi nilai-norma dan tenggang rasa. Entah dengan kemajuan zaman ini menjadi benar benar maju atas kebebasannya atau mundur atas terdegradasinya nilai dan norma yang mulai luntur.
Mohon izin undur
Bukannya apa, mau ngelanjutin lur