Dua Pukul dua pagi

Tersisa layar utama

dan sembilan titik layar pengunci

Meninggalkan sesosok pria

PEMIMPI.

menginginkan segala hal, layaknya generalis

Justru terlihat utopis.

diantaranya dalam berenjana

disebutnya, Cinta Platonis.

Terpana dengan kata

"Kau hadir dalam ketiadaan"

Pegari mesra

dan mengilhamku,

Di mana kau persilakan aku?

Adakah seberharga lipbalm mu yang menemani sebelum tidurmu

Ataukah sepamrih delapan gelas air putihmu yang menyudikan tubuhmu

Akankah aku mimpi buruk yang memaklumkan lelahnya pikirmu

Acuhkah kini, putri?

Aku sedang berselera untuk berjiwa,

NYATA