Habis ini langsung pulang ??
lantas kujawab tidak pak, saya harus merenung dulu...
lantas kujawab tidak pak, saya harus merenung dulu...
Hari ini dan banyak hari yang telah kulewati untuk mencari sebuah pelajaran.
Pelajaran yang harusnya menyadarkanku.
Meskipun tak tampak layaknya tamparan keras, tamparan yang malu-malu justru membuatku bangun pelan-pelan.
Pelajaran yang harusnya menyadarkanku.
Meskipun tak tampak layaknya tamparan keras, tamparan yang malu-malu justru membuatku bangun pelan-pelan.
Diskusi menyambar banyak topik, mulai dari pekerjaan, pendidikan, budaya dan alasan berkumpul dalam komunitas yang sama. Namun arah diskusi tetiba mulai membahas kemiskinan, darimana dia berasal, dan mengapa ia lahir belahan dunia ini. Selayaknya manusia yang pernah mengenyam bangku pendidikan tinggi ini menjawab dengan pengetahuan dengan bahasa teknis dan bahasa tinggi. Spotlight sengaja mengarah pada posisi tempatku duduk, setelah ada tangan menunjuk tempat yang sama. Terdengar halus juga embel-embel sebagai lulusan hubungan internasional. Otomatis pikiranku tak karuan, sampai ku bingung aku mikir apa.
Dimana Level of Analysis yang pernah kupelajari..Apa ada kaitannya dengan teori Utara-Selatan??Bisakah ini relevan dengan Human security??
Partner diskusi yang jauh-jauh dari Korea ini nampaknya menyadari tatapan kosong yang keluar dari wajah saya, membuat mereka harus menyampaikan satu kalimat penutup sebelum pulang.
"Semangat tah".
"Semangat tah".
